Wednesday, 13 April 2011

KODE ETIK GURU INDONESIA

Persatuan Guru Republik Indonesia menyadari bahwa Pendidikan adalah merupakan suatu bidang Pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Tanah Air serta kemanusiaan pada umumnya dan …….Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan Undang –Undang Dasar 1945 . Maka Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya sebagai Guru dengan mempedomani dasar –dasar sebagai berikut :

1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila
2. Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing –masing .
3. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik , tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan .
4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik –baiknya bagi kepentingan anak didik
5. Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan .
6. Guru secara sendiri – sendiri dan atau bersama – sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya .
7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan .
8. Guru bersama –sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengapdiannya.
9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan.

Wednesday, 9 February 2011

PMRI

Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia adalah dengan menyusun dan menetapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sebagaimana kita ketahui KTSP diimplementasikan pada sekolah-sekolah di Indonesia mulai tahun ajaran 2007/2008, meskipun belum semua sekolah menerapkannya, tergantung dari kesiapan masing-masing sekolah. KTSP bertujuan untuk menciptakan tamatan yang kompeten dan cerdas.

Penerapan KTSP berimplikasi pada beberapa aspek antara lain perencanaan kegiatan pembelajaran, pengelolaan pembelajaran, pendekatan pembelajaran, penilaian hasil belajar dan lain sebagainya. Pendekatan pembelajaran merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan, mengingat keberhasilan suatu pembelajaran di kelas akan sangat tergantung dari pendekatan pembelajaran yang diterapkan guru. Untuk memaksimalkan hasil pembelajaran di kelas perlu diupayakan suatu pendekatan pembelajaran yang sesuai. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai pendekatan pembelajaran matematika yang merupakan salah satu alternatif pendekatan pembelajaran matematika yang sesuai dengan KTSP. Pendekatan pembelajaran yang dimaksud adalah pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR).

Dalam suatu pembelajaran terjadi komunikasi antara guru dengan siswa, siswa dengan guru dan antara siswa dengan siswa. Agar komunikasi tersebut dapat berlajaran dengan baik dan diperoleh hasil pembelajaran yang maksimal guru seharusnya mempunyai strategi dalam melaksanakan pembelajaran.

Secara umum strategi belajar mengajar mempunyai pengertian sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Menurut Mansur Muslich (2007:67) strategi pembelajaran merupakan cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar. Dengan demikian jika dihubungkan dengan belajar mengajar matematika, strategi berarti suatu pola-pola umum kegiatan guru-siswa dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar matematika untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.

Menurut Syaiful Bahri D (2002), ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yakni:

1. Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.

2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.

3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.

4. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar.

Strategi merupakan siasat dalam pembelajaran misalnya mengaktifkan siswa. Dalam strategi terdapat beberapa pendekatan, seperti konstruktivis dan realistik. Pendekatan pembelajaran merupakan suatu pedoman mengajar yang sifatnya masih teorits atau konseptual.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa memilih sistem pendekatan belajar mengajar merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Dalam konteks penerapan KTSP, kegiatan pembelajaran diartikan sebagai kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman. Dalam kegiatan pembelajaran guru berfungsi sebagai fasilitator dan motivator, guru bertanggungjawab untuk menciptakan situasi yang kondusif yang mendorong prakarsa, motivasi, dan tanggung jawab siswa untuk belajar. Dengan demikian, tanggung jawab belajar terdapat pada diri siswa. Menurut Depdiknas (2003), pengembangan kegiatan pembelajaran harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut.

1) Berpusat pada siswa

2) Belajar dengan melakukan

3) Mengembangkan keingintahuan, imajinasi, dan fitrah bertuhan

4) Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah

5) Mengembangkan kreatifitas siswa

6) Mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi

7) Perpaduan kompetensi, kerjasama, dan solidaritas

8) Menumbuhkan kesadaran sebagai warga negara yang baik

9) Belajar sepanjang hayat.

Karakteristik pembelajaran seperti tersebut di atas merupakan ciri-ciri pembelajaran yang menganut paradigma belajar. Pembelajaran dalam konteks paradigma belajar sangat sesuai dengan paham kontruktivisme. Kostruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita adalah hasil konstruksi kita sendiri. Menurut Jaworski yang dikutip oleh Ali Mahmudi (2005) bahwa pengetahuan dikonstruksi secara aktif oleh siswa dan tidak diterima secara pasif dari lingkungan. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke siswa, melainkan harus dikonstruksi atau diinterpretasikan sendiri oleh siswa. oleh karena itu dalam pembelajaran di kelas diusahakan agar siswa aktif mengkontruksi sendiri pengetahuannya, menemukan sendiri konsep-konsepnya. Dengan demikian siswa akan lebih paham tentang konsep yang sedang dipelajarinya dan konsep tersebut akan bertahan lebih lama dalam ingatannya.

Wednesday, 12 January 2011

Membangun Psikologi Pembelajaran Matematika

Dalam perjalanan sejarahnya yang singkat, psikologi telah didefinisikan dalam berbagai cara. Secara etimologis “Psikologi” berasal dari bahasa Yunani: Psyche dan logos. Psyche artinya jiwa dan logos berarti ilmu. Dalam bahasa Arab, psikologi disebut dengan “Ilmu an Nafsi”. Yang belakangan kemudian dikembangkan menjadi satu ilmu bernama “Nafsiologi”. Dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan “Ilmu Jiwa”. Sedangkan para ahli psikologi terdahulu, mendefinisikan bidang mereka sebagai “suatu kegiatan mental”. Dengan berkembangnya aliran behaviorisme tahun 1930-an sampai 1960-an yang menekankan pada studi yang dapat mengukur fenomena secara objektif, maka psikologi didefinisikan sebagai “studi mengenai perilaku”. Namun setelah Psikologi kognitif dan fenomenologis menyusul perkembangan tersebut, maka definisi psikologi sekarang mencakup acuan mengenai “studi mengenai proses perilaku dan mental”. Dari berkembangnya definisi tersebut, dapat didefinisikan psikologi sebagai studi ilmiah mengenai proses perilaku dan proses mental. Definisi ini mencerminkan perhatian psikologi terhadap studi objektif mengenai perilaku yang diamati. Definisi ini juga mengakui pentingnya proses mental yang tidak dapat diamati secara langsung. Namun kesimpulan tersebut, tidak terlepas dari beberapa pendapat para ahli tentang definisi psikologi :

· Psikologi adalah ilmu mengenai kehidupan mental, termasuk fenomena dan kondisi - kondisinya. Fenomena adalah apa yang kita sebut sebagai perasaan, keinginan,kognisi, berpikiran logis, keputusan - keputusan dan sebagainya. (James,Wiliiam. 1980).

· Psikologi bertugas menyelidiki pa yang kita sebut pengalaman bagian dalam sensai dan perasaan kita sendiri, pikiran serta kehendak kita yang bertolak belakang dengan setiap objek pengalaman luar yang melahirkan pokok permasalahan ilmu alam. (Wundt,Wihelm. 1892)

· Semua kesadaran di mana saja normal atau abnormal, manusia atau binatang merupakan pokok permasalahan yang dicoba untuk dijelaskan oleh ahli psikologi, dan tidak ada definisi ilmu yang sepenuhnya dapat diterima, semua bunyinya kurang lebih sama. (Angell, James. 1910).

· Bagi aliran behaviorisme psikologi merupakan bagian dari ilmu alam yang menekankan perilaku manusia perbuatan dan ucapannya baik yang dipelajari maupun yang tidak sebagai pokok masalah. (Watson.B,John.1919)

· Psikologi biasanya didefinisikan sebagai studi ilmiah mengenai perilaku. Lingkupnya mencakup berbagai proses perilaku yang dapat diamati, seperti gerak tangan; cara berbicara dan perubahan kejiwaan dan proses yang hanya dapat diartikan sebagai pikiran dan mimpi. (George, Milter& Clark, Kenneth. 1970)

· Psikologi merupakan analisis ilmiah mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia. (Mayer,Richard. 1981)

Dari beberapa definisi yang telah diuraikan diatas, secara umum terdapat 4 teori dalam pembelajaran, yaitu : Teori Behavioristik, Teori Kognitif, Teori Konstruktivistik, dan Teori Humanistik.

1. Teori Behavioristik

Teori belajar behavioristik adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia, memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan (Stimulus-Respon).

2. Teori Kognitif

Teori kognitif mengemukakan proses-proses mental atau pikiran, Bagaimana informasi diperoleh, dipresentasikan dan ditransfermasikan sebagai pengetahuan. Psikologi kognitif juga disebut psikologi pemrosesan informasi.

3. Teori Konstruktivistik

Teori konstruktivistik mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran harus ada kesadaran dari dalam diri seseorang (motivasi intrinsik), tidak hanya sekedar adanya stimulus dari lingkungan.

4. Teori Humanistik

Teori humanistik merupakan teori tertinggi dalam belajar, kenapa dikatakan demikian karena dalam teori ini tujuan dari belajar adalah aktualisasi diri (memanusiakan manusia).

Sebagai seorang calon pendidik khususnya dalam bidang matematika, selain harus mengetahui tentang konsep psikologi secara umum, kita juga harus mengetahui beberapa hal tentang antara lain :

1. Hakekat matematika sekolah

Secara umum pembelajaran matematika di sekolah bertujuan untuk :

a. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.

b. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika

c. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh

d. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah

e. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

2. Hakekat siswa belajar matematika

Sedangkan secara umum hakekat siswa dalam belajar matematika adalah :

a. Belajar sebagai individu

b. Tumbuhnya motivasi

c. Mampu bekerjasama

d. Kontekstual

Kedua hal diatas sangat penting untuk dipahami mengingat telah terjadi perubahan paradigma dalam proses pembelajaran matematika dewasa ini, dari paradigma konvensional menjadi paradigma realistik / PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia). Hal ini juga merupakan salah satu langkah untuk menuju kepada teori pembelajaran konstruktivistik.

Dalam mengkonstruksi psikologi, tidak ada cara yang lebih efektif kecuali dengan terus membaca dan membaca, dengan banyak membaca akan semakin membuka wawasan kita tentang hakekat hidup. Dengan demikian kita akan menjadi semakin matang dan dewasa dalam menghadapi setiap permasalahan yang dihadapi. Kita dapat memandang setiap permasalahan dari sisi lain sehingga tidak terjebak menjadi seorang Determinis, sehingga lebih arif dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Kemudian hal yang tak kalah penting dalam membangun psikologi adalah selalu melakukan refleksi, mengingat salah satu ciri seorang yang dewasa adalah mampu melakukan refleksi terhadap dirinya sendiri, kemudian berusaha untuk terus memperbaiki diri. Dengan demikian pengalaman kita akan semakin bertambah, karena pada hakekatnya belajar adalah memperbaiki diri sepanjang hidup (Long life Education).

Tuesday, 2 November 2010

Apa itu Matematika?

Matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά - mathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari berbagai pola,[2][3] merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang kaku dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian.[4]

Terdapat perselisihan tentang apakah objek-objek matematika seperti bilangan dan titik hadir secara alami, atau hanyalah buatan manusia. Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai "ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting".[5] Di pihak lain, Albert Einstein menyatakan bahwa "sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan."[6]

Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika. Matematika praktis telah menjadi kegiatan manusia sejak adanya rekaman tertulis. Argumentasi kaku pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama di dalam karya Euklides, Elemen. Matematika selalu berkembang, misalnya di Cina pada tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga zaman Renaisans, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga kini.[7]

Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan. Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni, atau matematika untuk perkembangan matematika itu sendiri, tanpa adanya penerapan di dalam pikiran, meskipun penerapan praktis yang menjadi latar munculnya matematika murni ternyata seringkali ditemukan terkemudian.[8]

Monday, 22 March 2010

Trik Mempercepat Loading Mozilla

Buat kamu pengguna mozilla dan suka browsing tapi koneksi lemotzz . . nih ada tips buat mempercepat loading mozilla firefox biar ngebut dan was wus was wus . . .
1. Buka Mozilla.
2. Ketikan di addres bar “about:config” (tanpa tanda patik).
3. Scroll mouse anda kebawah dan cari “network.http.max-connections”, double klik dan masukan nilai “64
.
4. Cari “network.http.max-connections-per-server”, double klik dan masukan nilai “21
.
5. Cari ‘network.http.max-persistent-connections-per-server”, double klik dan masukan nilai “8
.
6. Doube klik pada “network.http.pipelining ” menjadi “true”.
7. Cari “network.http.pipelining.maxrequests”, double klik dan masukan nilai “100
.
8. Double klik pada “network.http.proxy.pipelining” menjadi “true”.
9. Langkah terakhir, klik kanan dimana saja pilih : New >> integrar >> lalu tulis “nglayout.initialpaint.delay” (tanpa tanda petik”. Kemudian masukan nilai “0
. Close Mozilla kamu, kemudian buka lagi dan bandingkan kecepatan nya sebelum kamu melakukan setting tadi. Oke, gimana hasilnya ??

Mengenal Fungsi ROUND Pada MS Excel